Masalah kenapa paket belum dipickup

Belanja online saat ini jadi salah satu cara utama untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Sering didukung oleh harga yang lebih murah dibanding ke toko, ongkos kirim gratis dan banjirnya diskon juga cashback. Rasa-rasanya ga ada kekurangannya kecuali barang yang dipesan bisa lama di perjalanan saja.

Satu faktor lagi yang mempengaruhi kenyamanan beli online adalah kurir. Terlepas dari jasa ekspedisi mana yang sobat pilih seperti JNE, J&T Express, Ninja Van, Sicepat dan seterusnya. Mereka semua menawarkan fasilitas penjemputan paket dari seller. Jadi pengirim tinggal menyiapkan barangnya saja dan duduk manis menunggu pickup kurir.

Sejak nomor resi diberikan, kita sudah bisa memantau proses sebelum barang ada di ekspedisi. Tentu saja penjemputan paket bisa dilacak. Tapi kok saat sobat cek resinya malah muncul status kalau paket belum dipickup atau gagal pickup. Kenapakah ini? Ada beberapa alasan untuk menjelaskan penyebab masalah ini.

Stok barang tidak tersedia

Kadang seller sendiri tidak mencatat secara akurat ada berapa stoknya, cuma modal yakin. Alhasil saat kurir datang stoknya kosong dan batal pickupnya. Hal ini terjadi untuk barang yang laris karena cepat berubah angkanya, juga untuk barang biasa karena bisa lupa pastinya. Atau malah barangnya sudah laku duluan saat menunggu kurir di toko.

Apalagi kalau penjual menggunakan dropship, tidak menutup kemungkinan kalau belum koordinasi dengan atasnya. Jadi saat kurir datang jelas tidak ada paket yang bisa diambil.

Barang belum dikemas, pengirim tidak siap

Kadang seller terburu-buru memproses pesanan hingga terjadi masalah seperti ini. Sehingga terlanjur konfirmasi pickup pesanan tapi barangnya sendiri belum dikemas.

Tapi tidak semua ekspedisi sama dalam menangani paket sudah dikemas atau belum. Kurir JNE dan J&T Express ada yang menolak ambil barangnya kalau sudah dipacking, alasannya adalah asuransi dan memastikan nama barang di label sama dengan isinya. Jadi harus melihat sendiri dulu apakah benar.

Waktu pickup paket habis

Sejak menekan tombol permintaan jemput barang bukan berarti dalam 1-2 jam kurirnya akan datang. Umumnya konfirmasi pickup dilakukan pagi hari, dan kurirnya akan tiba setelah siang atau sore harinya.

Yang bisa jadi masalah kalau order pickup paket terjadi siang atau malah sorenya, maka di status tracking resi bisa menyebabkan kegagalan. Akan ditunda hingga besoknya saat jam kerja.

Alamat pengirim sulit ditemukan

Walau kurir makan asam garam di jalan, tapi bukan berarti semua wilayah dipahaminya. Kadang pengirim mencantumkan alamat yang kurang spesifik sehingga kurir harus keliling mencari. Karena terbatas oleh waktu dan adanya target pickup biasanya kurir akan melewatinya dan segera menuju titik jemput berikutnya.

Mungkin sobat berpikir kenapa kok tidak kontak pengirim? Tergantung waktu yang tersedia karena bisa mencapai puluhan paket per hari harus diambil, maka berhenti sebentar untuk chat WhatsApp misalnya sudah memakan waktu. Apalagi dengan beban pinalti apabila kuotanya tidak tercapai.

Berikan kesempatan dan sabar menunggu kabar

Terlepas dari penyebab gagalnya pickup paket ini, berilah toleransi 1-2 hari sebelum komplain. Karena secara umum masih dikatakan wajar ada sedikit kendala. Kalau sudah terlalu lama baru ajukan keluhan dan tanyakan nasibnya.

Semoga penjelasan soal berbagai macam penyebab jemput paket telah gagal bisa sedikit menenangkan sobat. Salam.

Tinggalkan Balasan