Apakah stiker FRAGILE atau Jangan Dibanting pada paket ada gunanya?

Halo sobat Ngurir, kali ini kita akan mendalami sedikit soal stiker Fragile / Mudah Pecah, Jangan Dibanting, Jangan Ditumpuk, Jangan Ditindih, Jangan Digoyang dan sebagainya yang sering ditempelkan pada kardus paket.

Tujuan stiker tersebut cukup jelas bahwa menandakan barang yang dikirimkan sensitif pada beban yang diterima saat perjalanan, bisa mudah rusak dan jelas berakibat buruk kalau bermasalah.

Tapi apakah efektif atau ada manfaat labelnya? Berdasarkan pengalaman saya selama ini, mulai dari menjadi pengirim, penerima, dan terlibat dalam agen ekspedisi. Bisa disimpulkan secara umum bahwa sebenarnya petugasnya tidak peduli akan adanya label fragile dan semacamnya.

Kenapa tulisan fragile atau jangan dibanting diabaikan? Ini bukan karena niat buruk pegawai gudangnya, tapi karena tingginya beban kerja dan waktu deadline yang singkat. Sehingga anda bisa menemukan video di YouTube bahwa paket-paketnya akan dilempar antara truk dan gudang.

Apakah ekspedisi tidak takut rusak? Ini sudah termasuk risiko bisnis yang siap diterima mereka, karena walaupun tampaknya teledor tapi klaim ganti rugi atau kerusakan masih bisa ditanggung. Apalagi ada batas maksimal 10 kali ongkir apabila tidak ada asuransi pengiriman.

Apa solusinya supaya paket aman sampai di tujuan? Untuk mencegah masalah cuma bisa membuat kemasan barang sangat kuat. Minimal berikan bubble wrap, dan kalau elektronik besar sebaiknya berikan packing kayu. Minusnya jelas menambah biaya.

Tinggalkan Balasan